{"id":6669,"date":"2025-11-21T09:17:10","date_gmt":"2025-11-21T02:17:10","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet"},"modified":"2025-11-21T09:17:10","modified_gmt":"2025-11-21T02:17:10","slug":"aturan-oktet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet","title":{"rendered":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia"},"content":{"rendered":"<p><!DOCTYPE html> <html> <head> <title>Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia<\/title> <meta name=\"description\" content=\"Pelajari tentang aturan oktet, prinsip penting dalam kimia yang menjelaskan bagaimana atom berikatan untuk mencapai konfigurasi elektron stabil. Temukan contoh dan pengecualiannya.\"> <\/head> <body> <\/p>\n<p>Dalam dunia kimia, pemahaman tentang bagaimana atom berikatan membentuk molekul adalah kunci untuk memahami sifat-sifat materi. Salah satu konsep mendasar yang membantu kita memahami ikatan kimia adalah aturan oktet. Aturan ini, meskipun memiliki beberapa pengecualian, memberikan panduan yang berguna tentang bagaimana atom berusaha mencapai stabilitas.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang aturan oktet, mulai dari definisi dasarnya, penerapannya dalam berbagai jenis ikatan kimia, pengecualian-pengecualiannya, hingga pentingnya memahami aturan ini dalam bidang kimia. Mari kita selami lebih dalam dunia ikatan kimia dan peran aturan oktet di dalamnya.<\/p>\n<h2>Apa Itu Aturan Oktet?<\/h2>\n<p>Aturan oktet menyatakan bahwa atom cenderung berikatan dengan atom lain sedemikian rupa sehingga setiap atom memiliki delapan elektron valensi di kulit terluarnya, memberikan konfigurasi elektron yang sama seperti gas mulia. Konfigurasi gas mulia dikenal stabil karena kulit valensinya terisi penuh.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, atom-atom berusaha untuk &#8220;meniru&#8221; konfigurasi elektron gas mulia (seperti neon, argon, kripton, dll.) melalui transfer atau pembagian elektron dengan atom lain. Proses ini menciptakan ikatan kimia yang menahan atom-atom bersama dalam molekul.<\/p>\n<h2>Bagaimana Aturan Oktet Bekerja?<\/h2>\n<p>Aturan oktet bekerja melalui dua cara utama: transfer elektron (dalam ikatan ion) dan pembagian elektron (dalam ikatan kovalen). Dalam ikatan ion, atom dengan kecenderungan untuk melepaskan elektron (biasanya logam) mentransfer elektron ke atom dengan kecenderungan untuk menerima elektron (biasanya non-logam). Transfer ini menghasilkan ion-ion yang bermuatan berlawanan yang saling tarik-menarik.<\/p>\n<p>Dalam ikatan kovalen, atom-atom berbagi elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Pembagian ini terjadi antara atom-atom yang memiliki kecenderungan yang sama untuk menarik elektron. Ikatan kovalen sangat umum dalam molekul organik dan molekul non-polar lainnya.<\/p>\n<h2>Ikatan Ion dan Aturan Oktet<\/h2>\n<p>Dalam ikatan ion, atom-atom mendapatkan atau kehilangan elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Misalnya, natrium (Na) memiliki satu elektron valensi dan klorin (Cl) memiliki tujuh elektron valensi. Natrium melepaskan satu elektronnya ke klorin, membentuk ion Na+ dan Cl-, keduanya dengan delapan elektron valensi di kulit terluarnya.<\/p>\n<p>Ion-ion yang bermuatan berlawanan ini kemudian saling tarik-menarik melalui gaya elektrostatik, membentuk senyawa ionik seperti natrium klorida (NaCl), atau garam dapur. Ikatan ion cenderung menghasilkan senyawa dengan titik leleh dan titik didih yang tinggi karena kekuatan tarik-menarik ioniknya.<\/p>\n<h2>Ikatan Kovalen dan Aturan Oktet<\/h2>\n<p>Dalam ikatan kovalen, atom-atom berbagi elektron untuk mencapai konfigurasi oktet. Misalnya, dua atom hidrogen (H) masing-masing memiliki satu elektron valensi. Dengan berbagi elektron, mereka membentuk molekul hidrogen (H2) di mana setiap atom hidrogen merasa memiliki dua elektron (konfigurasi elektron helium), yang memenuhi aturan &#8220;duplet&#8221; (mirip dengan oktet tetapi hanya untuk atom kecil seperti hidrogen).<\/p>\n<p>Contoh lain adalah metana (CH4). Atom karbon memiliki empat elektron valensi dan setiap atom hidrogen memiliki satu elektron valensi. Karbon berbagi elektron dengan empat atom hidrogen, membentuk empat ikatan kovalen. Dengan demikian, karbon memiliki delapan elektron di sekelilingnya (memenuhi aturan oktet) dan setiap atom hidrogen memiliki dua elektron (memenuhi aturan duplet).<\/p>\n<h2>Pengecualian Aturan Oktet<\/h2>\n<p>Meskipun aturan oktet sangat berguna, ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan. Pengecualian ini terjadi ketika atom tidak dapat atau tidak perlu mencapai konfigurasi oktet untuk menjadi stabil. Pengecualian-pengecualian ini menunjukkan bahwa aturan oktet hanyalah panduan, bukan hukum yang mutlak.<\/p>\n<p>Beberapa molekul memiliki jumlah elektron yang ganjil, sehingga tidak mungkin bagi semua atom untuk memiliki delapan elektron di kulit valensinya. Selain itu, beberapa atom, terutama unsur-unsur di periode ketiga dan seterusnya, dapat menampung lebih dari delapan elektron di kulit valensinya (ekspansi oktet).<\/p>\n<h3>Molekul dengan Jumlah Elektron Ganjil<\/h3>\n<p>Molekul dengan jumlah elektron ganjil, seperti nitrogen monoksida (NO), memiliki elektron yang tidak berpasangan. Akibatnya, tidak mungkin bagi semua atom dalam molekul tersebut untuk memenuhi aturan oktet. Molekul-molekul ini sering kali sangat reaktif.<\/p>\n<p>Dalam NO, nitrogen memiliki lima elektron valensi dan oksigen memiliki enam elektron valensi, memberikan total 11 elektron valensi. Salah satu atom harus memiliki jumlah elektron yang ganjil di sekelilingnya, melanggar aturan oktet.<\/p>\n<h3>Oktet Tidak Lengkap<\/h3>\n<p>Beberapa atom, seperti berilium (Be) dan boron (B), seringkali stabil dengan kurang dari delapan elektron di kulit valensinya. Misalnya, berilium klorida (BeCl2) memiliki hanya empat elektron di sekeliling atom berilium, dan boron trifluorida (BF3) memiliki hanya enam elektron di sekeliling atom boron.<\/p>\n<p>Atom-atom ini cenderung membentuk ikatan kovalen tetapi tidak selalu memenuhi aturan oktet. Mereka dapat bertindak sebagai asam Lewis, yaitu menerima pasangan elektron untuk melengkapi oktet mereka (meskipun mereka tidak selalu membutuhkannya untuk stabil).<\/p>\n<h3>Ekspansi Oktet<\/h3>\n<p>Unsur-unsur di periode ketiga dan seterusnya, seperti sulfur (S), fosfor (P), dan klorin (Cl), dapat memiliki lebih dari delapan elektron di kulit valensinya. Ini karena mereka memiliki orbital *d* yang tersedia untuk menampung elektron tambahan.<\/p>\n<p>Contohnya, sulfur heksafluorida (SF6) memiliki 12 elektron di sekeliling atom sulfur. Fosfor pentaklorida (PCl5) memiliki 10 elektron di sekeliling atom fosfor. Molekul-molekul ini stabil meskipun melanggar aturan oktet.<\/p>\n<h2>Pentingnya Memahami Aturan Oktet<\/h2>\n<p>Meskipun memiliki pengecualian, aturan oktet tetap merupakan konsep yang penting dalam kimia. Aturan ini membantu kita memprediksi bagaimana atom-atom akan berikatan untuk membentuk molekul dan ion. Pemahaman tentang aturan oktet sangat penting dalam mempelajari struktur Lewis, resonansi, dan berbagai aspek ikatan kimia lainnya.<\/p>\n<p>Selain itu, aturan oktet membantu kita memahami sifat-sifat molekul. Misalnya, molekul yang memenuhi aturan oktet cenderung lebih stabil dan kurang reaktif daripada molekul yang tidak memenuhinya. Pemahaman ini penting dalam berbagai aplikasi kimia, seperti desain obat dan sintesis material baru.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Aturan oktet adalah prinsip penting dalam kimia yang membantu kita memahami bagaimana atom-atom berikatan untuk mencapai stabilitas. Meskipun memiliki pengecualian, aturan ini memberikan panduan yang berguna tentang bagaimana atom-atom berusaha untuk mengisi kulit valensi mereka dengan delapan elektron, meniru konfigurasi elektron gas mulia.<\/p>\n<p>Dengan memahami aturan oktet, kita dapat memprediksi dan menjelaskan berbagai aspek ikatan kimia, mulai dari pembentukan ikatan ion dan kovalen hingga sifat-sifat molekul yang dihasilkan. Meskipun ada pengecualian, aturan oktet tetap merupakan alat yang berharga dalam memahami dunia kimia.<\/p>\n<p> <\/body> <\/html><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia Dalam dunia kimia, pemahaman tentang bagaimana atom berikatan membentuk molekul adalah kunci untuk memahami sifat-sifat materi. Salah satu konsep mendasar yang membantu kita memahami ikatan kimia adalah aturan oktet. Aturan ini, meskipun memiliki beberapa pengecualian, memberikan panduan yang berguna tentang bagaimana atom berusaha mencapai stabilitas. Artikel ini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6668,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1248],"tags":[1543,1586],"class_list":["post-6669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-pendidikan","tag-aturan","tag-oktet"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia Dalam dunia kimia, pemahaman tentang bagaimana atom berikatan membentuk molekul adalah kunci untuk memahami sifat-sifat materi. Salah satu konsep mendasar yang membantu kita memahami ikatan kimia adalah aturan oktet. Aturan ini, meskipun memiliki beberapa pengecualian, memberikan panduan yang berguna tentang bagaimana atom berusaha mencapai stabilitas. Artikel ini &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-21T02:17:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia\",\"datePublished\":\"2025-11-21T02:17:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet\"},\"wordCount\":932,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png\",\"keywords\":[\"aturan\",\"oktet\"],\"articleSection\":[\"Pendidikan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet\",\"name\":\"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png\",\"datePublished\":\"2025-11-21T02:17:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png\",\"width\":800,\"height\":450,\"caption\":\"Aturan Oktet\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/aturan-oktet#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia - AKPER Sintang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia","og_description":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia Dalam dunia kimia, pemahaman tentang bagaimana atom berikatan membentuk molekul adalah kunci untuk memahami sifat-sifat materi. Salah satu konsep mendasar yang membantu kita memahami ikatan kimia adalah aturan oktet. Aturan ini, meskipun memiliki beberapa pengecualian, memberikan panduan yang berguna tentang bagaimana atom berusaha mencapai stabilitas. Artikel ini &hellip;","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-11-21T02:17:10+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia","datePublished":"2025-11-21T02:17:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet"},"wordCount":932,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png","keywords":["aturan","oktet"],"articleSection":["Pendidikan"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet","name":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png","datePublished":"2025-11-21T02:17:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Aturan-Oktet-Penjelasan-Lengkap-dan-Penerapannya-dalam-Kimia.png","width":800,"height":450,"caption":"Aturan Oktet"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/aturan-oktet#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aturan Oktet: Penjelasan Lengkap dan Penerapannya dalam Kimia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}