{"id":4407,"date":"2025-09-01T07:03:04","date_gmt":"2025-09-01T00:03:04","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal"},"modified":"2025-09-01T07:03:04","modified_gmt":"2025-09-01T00:03:04","slug":"contoh-penulisan-footnote-jurnal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal","title":{"rendered":"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah"},"content":{"rendered":"<p>Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi. Salah satu elemen penting yang seringkali luput dari perhatian, namun sangat krusial untuk menjaga kredibilitas dan integritas tulisan adalah footnote atau catatan kaki. Footnote berfungsi untuk memberikan informasi tambahan, klarifikasi, atau referensi yang mendukung argumen dalam teks utama, tanpa mengganggu alur bacaan. Penulisan footnote yang tepat dan konsisten akan menunjukkan profesionalisme dan kemudahan bagi pembaca untuk memahami isi jurnal.<\/p>\n<p>Sayangnya, masih banyak penulis yang kesulitan dalam memahami tata cara penulisan footnote yang benar sesuai standar jurnal ilmiah. Kesalahan dalam penulisan footnote dapat mengurangi kualitas tulisan dan bahkan dianggap sebagai plagiarisme jika sumber acuan tidak dicantumkan dengan benar. Oleh karena itu, panduan lengkap mengenai penulisan footnote ini akan memberikan pemahaman yang komprehensif dan membantu Anda menghindari kesalahan-kesalahan umum.<\/p>\n<h2>1. Sistem Penomoran Footnote<\/h2>\n<p>Sistem penomoran dalam footnote umumnya menggunakan angka urut. Setiap footnote diberi nomor secara berurutan sesuai dengan urutan kemunculannya dalam teks. Nomor footnote biasanya ditempatkan sebagai superskrip (angka kecil di atas baris teks) di akhir kalimat atau frasa yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Hindari penggunaan simbol atau tanda baca lain selain angka urut untuk menghindari kebingungan.<\/p>\n<p>Konsistensi dalam penggunaan sistem penomoran sangat penting. Pastikan penomoran berurutan dan tidak ada nomor yang terlewati atau berulang. Jika Anda menggunakan perangkat lunak pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs, manfaatkan fitur footnote otomatis untuk memudahkan proses penomoran dan mencegah kesalahan.<\/p>\n<h2>2. Format Penulisan Footnote<\/h2>\n<p>Format penulisan footnote bervariasi tergantung pada pedoman gaya penulisan jurnal yang Anda tuju (misalnya, APA, MLA, Chicago). Namun, secara umum, footnote memuat informasi lengkap mengenai sumber acuan yang dikutip, termasuk nama penulis, judul buku atau artikel, penerbit, tahun terbit, dan halaman. Pastikan untuk mengikuti pedoman gaya penulisan jurnal yang bersangkutan secara ketat.<\/p>\n<p>Perhatikan juga penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan spasi. Gunakan format yang konsisten dan hindari kesalahan ketik atau typographical error. Ketelitian dalam penulisan footnote mencerminkan ketelitian Anda dalam melakukan riset dan menulis jurnal.<\/p>\n<h2>3. Contoh Penulisan Footnote Berdasarkan Gaya Penulisan<\/h2>\n<p>Sebagai contoh, jika Anda menggunakan gaya penulisan APA, footnote mungkin akan terlihat seperti ini:<sup>1<\/sup> Sementara itu, jika Anda menggunakan gaya MLA, format footnote akan berbeda.<sup>2<\/sup> Perbedaan format ini meliputi tata letak, urutan informasi, dan penggunaan tanda baca. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu merujuk pada pedoman gaya penulisan jurnal yang dituju.<\/p>\n<p>Ketidakkonsistenan dalam penggunaan gaya penulisan dapat mengurangi kredibilitas jurnal Anda. Bacalah dengan teliti pedoman penulisan yang diberikan oleh jurnal target dan ikuti petunjuknya dengan seksama. Jika ragu, jangan segan untuk menghubungi editor jurnal untuk meminta klarifikasi.<\/p>\n<h2>4. Menggunakan Footnote untuk Klarifikasi dan Penjelasan Tambahan<\/h2>\n<p>Footnote tidak hanya digunakan untuk mencantumkan sumber acuan, tetapi juga dapat digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan atau klarifikasi terhadap poin-poin tertentu dalam teks utama. Contohnya, Anda dapat menggunakan footnote untuk menjelaskan singkatan, istilah teknis, atau data statistik yang mungkin kurang dipahami oleh pembaca.<\/p>\n<p>Namun, hindari penggunaan footnote yang terlalu panjang dan bertele-tele. Footnote harus singkat, padat, dan relevan dengan teks utama. Jika informasi tambahan terlalu panjang, pertimbangkan untuk menyusunnya sebagai lampiran atau bagian tersendiri dalam jurnal.<\/p>\n<h2>5. Menghindari Kesalahan Umum dalam Penulisan Footnote<\/h2>\n<p>Kesalahan umum dalam penulisan footnote meliputi ketidakkonsistenan dalam penomoran, kesalahan dalam penulisan informasi sumber acuan, dan penggunaan footnote yang berlebihan atau tidak relevan. Hindari penggunaan footnote untuk mengungkapkan pendapat pribadi atau informasi yang tidak mendukung argumen utama.<\/p>\n<p>Sebelum mengirimkan jurnal Anda, bacalah kembali seluruh teks dan footnote dengan teliti. Periksa kembali akurasi informasi dan konsistensi dalam penulisan. Mintalah bantuan teman atau kolega untuk membaca dan memberikan masukan sebelum mengirimkan jurnal Anda untuk dikaji.<\/p>\n<h3>5.1 Menggunakan Software Pengolah Kata<\/h3>\n<p>Manfaatkan fitur footnote otomatis pada software pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs. Fitur ini akan memudahkan Anda dalam memasukkan, menomor, dan mengelola footnote. Ini juga akan membantu menjaga konsistensi dan mengurangi kemungkinan kesalahan.<\/p>\n<p>Jangan lupa untuk selalu menyimpan salinan kerja Anda secara berkala untuk mencegah kehilangan data. Simpan file dalam format yang kompatibel dengan berbagai perangkat dan software.<\/p>\n<h3>5.2 Memeriksa Kembali Referensi<\/h3>\n<p>Setelah selesai menulis, pastikan semua referensi dalam footnote telah diperiksa kembali akurasinya. Verifikasi informasi penulis, judul, penerbit, tahun terbit, dan halaman. Kesalahan dalam referensi dapat mengurangi kredibilitas jurnal Anda.<\/p>\n<p>Jika Anda menggunakan banyak sumber, pertimbangkan untuk membuat daftar referensi terpisah untuk memudahkan pengecekan. Hal ini juga akan membantu memastikan konsistensi dan ketepatan informasi yang Anda cantumkan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Penulisan footnote yang tepat dan konsisten merupakan elemen penting dalam penulisan jurnal ilmiah. Dengan memahami sistem penomoran, format penulisan, dan cara menghindari kesalahan umum, Anda dapat meningkatkan kualitas jurnal dan memperkuat kredibilitas tulisan Anda. Ingatlah untuk selalu merujuk pada pedoman gaya penulisan jurnal yang dituju untuk memastikan konsistensi dan akurasi.<\/p>\n<p>Semoga panduan ini dapat membantu Anda dalam menulis footnote yang benar dan efektif. Lakukan latihan secara rutin dan jangan ragu untuk mencari informasi tambahan dari sumber lain untuk memperdalam pemahaman Anda. Ketelitian dan ketekunan dalam menulis footnote akan berdampak positif pada kualitas keseluruhan jurnal ilmiah Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi. Salah satu elemen penting yang seringkali luput dari perhatian, namun sangat krusial untuk menjaga kredibilitas dan integritas tulisan adalah footnote atau catatan kaki. Footnote berfungsi untuk memberikan informasi tambahan, klarifikasi, atau referensi yang mendukung argumen dalam teks utama, tanpa mengganggu alur bacaan. Penulisan footnote &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4406,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[821,754],"class_list":["post-4407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-edukasi","tag-contoh","tag-penulisan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-01T00:03:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah\",\"datePublished\":\"2025-09-01T00:03:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\"},\"wordCount\":799,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png\",\"keywords\":[\"contoh\",\"penulisan\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\",\"name\":\"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png\",\"datePublished\":\"2025-09-01T00:03:04+00:00\",\"description\":\"Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Contoh Penulisan Footnote Dari Jurnal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah - AKPER Sintang","description":"Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah","og_description":"Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi.","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-09-01T00:03:04+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah","datePublished":"2025-09-01T00:03:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal"},"wordCount":799,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png","keywords":["contoh","penulisan"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal","name":"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png","datePublished":"2025-09-01T00:03:04+00:00","description":"Menulis jurnal ilmiah merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan ketelitian tinggi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/contoh-penulisan-footnote-dari-jurnal.png","width":700,"height":400,"caption":"Contoh Penulisan Footnote Dari Jurnal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/contoh-penulisan-footnote-jurnal#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Lengkap Penulisan Footnote dalam Jurnal Ilmiah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}