{"id":4300,"date":"2025-08-31T23:58:05","date_gmt":"2025-08-31T16:58:05","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru"},"modified":"2025-08-31T23:58:05","modified_gmt":"2025-08-31T16:58:05","slug":"laporan-kasus-paru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru","title":{"rendered":"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan"},"content":{"rendered":"<p>Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri <i>Mycobacterium tuberculosis<\/i>. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Memahami laporan kasus TB Paru sangat penting, baik bagi tenaga kesehatan untuk melakukan diagnosis dan pengobatan yang tepat, maupun bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan.<\/p>\n<p>Laporan kasus TB Paru merupakan dokumentasi detail dari perjalanan penyakit seorang pasien, mulai dari gejala awal hingga hasil pengobatan. Dokumen ini berperan krusial dalam monitoring, evaluasi pengobatan, dan pengembangan strategi pengendalian TB Paru. Informasi yang tercakup dalam laporan kasus ini sangat beragam dan mencakup aspek klinis, radiologi, laboratorium, dan aspek sosial ekonomi pasien.<\/p>\n<h2>Gejala Umum TB Paru<\/h2>\n<p>Gejala TB Paru sangat bervariasi, tergantung pada keparahan penyakit dan kondisi individu. Gejala umum yang sering muncul meliputi batuk berdahak yang berlangsung lebih dari dua minggu, dahak bercampur darah (hemoptisis), demam, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, lelah dan lesu, dan nyeri dada.<\/p>\n<p>Namun, penting diingat bahwa tidak semua orang yang mengalami gejala-gejala tersebut menderita TB Paru. Beberapa kondisi medis lain dapat menyebabkan gejala yang serupa. Oleh karena itu, diagnosis yang akurat sangat penting untuk memastikan pengobatan yang tepat.<\/p>\n<h2>Diagnosis TB Paru<\/h2>\n<p>Diagnosis TB Paru melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dada, dan pemeriksaan laboratorium. Foto rontgen dada dapat menunjukkan adanya lesi atau kelainan pada paru-paru yang konsisten dengan TB Paru, namun tidak selalu spesifik.<\/p>\n<p>Pemeriksaan laboratorium yang paling penting adalah pemeriksaan dahak untuk menemukan bakteri <i>Mycobacterium tuberculosis<\/i>. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan metode mikroskopi dan kultur dahak. Metode PCR (Polymerase Chain Reaction) juga dapat digunakan untuk mendeteksi DNA bakteri dengan lebih cepat dan sensitif.<\/p>\n<h2>Pengobatan TB Paru<\/h2>\n<p>Pengobatan TB Paru melibatkan penggunaan beberapa jenis obat antituberkulosis (OAT) secara bersamaan selama periode waktu tertentu, umumnya 6-9 bulan. Pengobatan ini harus dilakukan secara teratur dan terpantau dengan ketat untuk mencegah resistensi obat dan memastikan keberhasilan pengobatan.<\/p>\n<p>Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak teratur dapat menyebabkan munculnya bakteri TB yang resisten terhadap obat, yang akan menyulitkan pengobatan dan meningkatkan risiko kematian. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk mematuhi aturan pengobatan yang diberikan oleh dokter.<\/p>\n<h2>Komplikasi TB Paru<\/h2>\n<p>Jika tidak diobati dengan tepat, TB Paru dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti kerusakan paru-paru permanen, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), efusi pleura (penumpukan cairan di rongga pleura), pneumotoraks (udara di rongga pleura), dan bahkan kematian.<\/p>\n<p>Komplikasi ini dapat menimpa berbagai organ lain, termasuk otak, ginjal, dan tulang. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari perawatan medis jika Anda mencurigai diri Anda menderita TB Paru.<\/p>\n<h2>Pencegahan TB Paru<\/h2>\n<p>Pencegahan TB Paru melibatkan beberapa strategi, termasuk vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Gu\u00e9rin), deteksi dini dan pengobatan kasus, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n<p>Vaksin BCG diberikan kepada bayi baru lahir untuk mengurangi risiko terkena TB Paru yang berat. Namun, vaksin ini tidak memberikan perlindungan 100%. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan kasus tetap sangat penting.<\/p>\n<h2>Faktor Risiko TB Paru<\/h2>\n<p>Beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena TB Paru, diantaranya kontak dekat dengan penderita TB Paru, sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya pada penderita HIV\/AIDS), malnutrisi, merokok, dan tinggal di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.<\/p>\n<p>Penderita diabetes mellitus juga memiliki risiko lebih tinggi terkena TB Paru. Mengenali faktor-faktor risiko ini dapat membantu dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.<\/p>\n<h2>Peran Tenaga Kesehatan dalam Penanganan TB Paru<\/h2>\n<h3>Deteksi Dini dan Diagnosis<\/h3>\n<p>Tenaga kesehatan berperan krusial dalam mendeteksi dini kasus TB Paru melalui skrining dan pemeriksaan yang tepat. Mereka harus mampu mengenali gejala-gejala TB Paru dan melakukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis.<\/p>\n<p>Ketepatan diagnosis sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan pengobatan yang efektif. Tenaga kesehatan juga bertanggung jawab dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya tentang penyakit TB Paru.<\/p>\n<h3>Pengobatan dan Pemantauan<\/h3>\n<p>Setelah diagnosis ditegakkan, tenaga kesehatan bertanggung jawab dalam memberikan pengobatan yang tepat dan memantau kemajuan pengobatan pasien. Pemantauan pengobatan sangat penting untuk memastikan kepatuhan pasien dan mencegah resistensi obat.<\/p>\n<p>Tenaga kesehatan juga harus memberikan konseling dan dukungan kepada pasien selama menjalani pengobatan. Dukungan ini sangat penting untuk membantu pasien mengatasi efek samping pengobatan dan meningkatkan kepatuhan pengobatan.<\/p>\n<h3>Pelacakan Kontak dan Pencegahan<\/h3>\n<p>Tenaga kesehatan juga berperan dalam melakukan pelacakan kontak penderita TB Paru untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut. Mereka harus mengidentifikasi individu yang telah kontak erat dengan penderita TB Paru dan melakukan pemeriksaan skrining.<\/p>\n<p>Pelacakan kontak sangat penting untuk mencegah penularan TB Paru kepada orang lain. Selain itu, tenaga kesehatan juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan TB Paru.<\/p>\n<h3>Pengelolaan Kasus TB Resistensi Obat<\/h3>\n<p>Pengobatan TB resistensi obat memerlukan pendekatan yang lebih kompleks dan membutuhkan keahlian khusus. Tenaga kesehatan harus mampu mendiagnosis TB resistensi obat dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai pedoman yang berlaku.<\/p>\n<p>Pengobatan TB resistensi obat membutuhkan waktu yang lebih lama dan melibatkan obat-obatan yang lebih mahal. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini sangat penting untuk mencegah munculnya TB resistensi obat.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Laporan kasus TB Paru memberikan gambaran komprehensif tentang perjalanan penyakit, diagnosis, pengobatan, dan faktor-faktor yang terkait. Pemahaman yang mendalam tentang laporan kasus ini sangat penting bagi tenaga kesehatan dalam upaya pengendalian TB Paru.<\/p>\n<p>Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala, pencegahan, dan pengobatan TB Paru, kita dapat bersama-sama mengurangi angka penderita dan kematian akibat penyakit ini. Kerja sama antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat sangat krusial dalam mencapai tujuan ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Memahami laporan kasus TB Paru sangat penting, baik bagi tenaga kesehatan untuk melakukan diagnosis dan pengobatan yang tepat, maupun bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan. Laporan kasus TB Paru &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4299,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[974,1157],"class_list":["post-4300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-edukasi","tag-kasus","tag-laporan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-31T16:58:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan\",\"datePublished\":\"2025-08-31T16:58:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru\"},\"wordCount\":875,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/laporan-kasus-tb-paru.png\",\"keywords\":[\"kasus\",\"laporan\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru\",\"name\":\"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/laporan-kasus-tb-paru.png\",\"datePublished\":\"2025-08-31T16:58:05+00:00\",\"description\":\"Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/laporan-kasus-tb-paru.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/laporan-kasus-tb-paru.png\",\"width\":700,\"height\":400,\"caption\":\"Laporan Kasus Tb Paru\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/laporan-kasus-paru#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan - AKPER Sintang","description":"Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan","og_description":"Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-08-31T16:58:05+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan","datePublished":"2025-08-31T16:58:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru"},"wordCount":875,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/laporan-kasus-tb-paru.png","keywords":["kasus","laporan"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru","name":"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/laporan-kasus-tb-paru.png","datePublished":"2025-08-31T16:58:05+00:00","description":"Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/laporan-kasus-tb-paru.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/laporan-kasus-tb-paru.png","width":700,"height":400,"caption":"Laporan Kasus Tb Paru"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/laporan-kasus-paru#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laporan Kasus TB Paru: Gejala, Diagnosis, dan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}