{"id":31205,"date":"2026-04-06T21:25:32","date_gmt":"2026-04-06T14:25:32","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang"},"modified":"2026-04-06T21:25:32","modified_gmt":"2026-04-06T14:25:32","slug":"legenda-bukit-kelam-sintang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang","title":{"rendered":"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam"},"content":{"rendered":"<p>Bukit Kelam, sebuah monolit raksasa yang menjulang gagah di tengah lanskap Sintang, Kalimantan Barat, bukan hanya sekadar formasi batuan biasa. Lebih dari itu, ia adalah saksi bisu ribuan tahun sejarah, rumah bagi keanekaragaman hayati yang menakjubkan, dan pusat dari sebuah legenda kuno yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak setempat. Keberadaannya tak hanya memukau mata dengan keindahan alamnya yang megah, tetapi juga memikat hati dengan aura misteri dan kearifan lokal yang terkandung dalam setiap kisahnya. Mengunjungi Bukit Kelam berarti menyelami dimensi lain, di mana batas antara realitas dan mitos menjadi begitu tipis. Kisah-kisah yang beredar di seputar monolit ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pelajaran hidup dan filosofi yang mendalam. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri legenda Bukit Kelam, menggali asal-usulnya, dan memahami mengapa destinasi ini menjadi salah satu permata tersembunyi yang patut dikunjungi dan dijaga kelestariannya. Mari kita ungkap bersama pesona dan misteri yang menyelimuti Bukit Kelam Sintang. <\/p>\n<h2>Bukit Kelam: Monolit Raksasa Kebanggaan Sintang<\/h2>\n<p> Terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Sintang, Bukit Kelam berdiri sebagai salah satu monolit terbesar di dunia, sering disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Dengan ketinggian mencapai lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut dan bentangan yang luas, bukit batu ini menjadi ikon tak terbantahkan bagi Kabupaten Sintang. Keunikan geologisnya, yang terbentuk dari proses alam selama jutaan tahun, menjadikannya objek studi menarik bagi para geolog dan kebanggaan bagi masyarakat lokal. Pemandangan Bukit Kelam dari kejauhan sangatlah memesona, seolah-olah ia adalah penguasa takhta alam yang megah. Struktur batuan yang masif dengan hutan lebat menyelimuti lerengnya, menciptakan ekosistem yang kaya dan menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Tak heran jika bukit ini bukan hanya daya tarik utama bagi wisatawan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan ketahanan yang telah menginspirasi banyak generasi di Sintang. <\/p>\n<h2>Asal Mula Legenda Bukit Kelam yang Melegenda<\/h2>\n<p> Setiap sudut Bukit Kelam menyimpan cerita, dan yang paling terkenal adalah legenda kuno tentang asal-usulnya. Kisah ini telah diceritakan secara lisan dari generasi ke generasi oleh suku Dayak, menanamkan nilai-nilai budaya dan spiritual yang kuat. Legenda ini bukan hanya sekadar cerita pengantar tidur, melainkan sebuah narasi yang menjelaskan formasi geografis bukit ini melalui lensa mitologi lokal yang penuh dengan pertarungan, intrik, dan kekuatan supernatural. Inti dari legenda Bukit Kelam berkisah tentang tiga karakter sentral: seorang pahlawan bernama Oto, raksasa perkasa bernama Keling, dan Temenggung Marubai, sesepuh bijaksana. Konon, pada zaman dahulu kala, wilayah Sintang masih berupa dataran yang berbeda dengan sekarang. Sebuah peristiwa besar yang melibatkan ketiga tokoh inilah yang dipercaya mengubah lanskap Sintang dan melahirkan Bukit Kelam yang kita kenat sekarang ini. Kisah ini sarat makna tentang keserakahan, keberanian, dan takdir yang tak terhindarkan. <\/p>\n<h2>Kisah Pertarungan OTO Melawan Keling: Awal Mula Bukit Kelam<\/h2>\n<p> Legenda utama yang menjelaskan keberadaan Bukit Kelam berpusat pada perseteruan antara pahlawan Oto dan raksasa Keling. Diceritakan bahwa Keling memiliki sifat serakah dan ingin menguasai seluruh wilayah. Ia berencana memindahkan sebuah bukit besar untuk dijadikan dam atau penanda kekuasaannya, sebuah tindakan yang mengancam keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat Dayak. Oto, dengan keberaniannya, merasa terpanggil untuk menghentikan niat jahat Keling dan melindungi tanah leluhurnya. Oto yang sakti kemudian mencoba memindahkan bukit tersebut menggunakan kekuatan magisnya, namun Keling yang tak kalah perkasa berusaha menghalanginya. Pertarungan sengit antara dua kekuatan besar ini berlangsung dalam waktu yang lama, melibatkan batu-batu raksasa yang saling dilempar dan kekuatan gaib yang saling beradu. Kisah ini tidak hanya dramatis tetapi juga menggambarkan kekuatan alam yang dahsyat, disatukan dengan narasi perjuangan antara kebaikan melawan kejahatan yang abadi dalam mitologi. <\/p>\n<h3>Peran Temenggung Marubai dalam Kisah<\/h3>\n<p> Di tengah pertikaian sengit antara Oto dan Keling, muncullah sosok Temenggung Marubai, seorang pemimpin adat yang dihormati dan memiliki kebijaksanaan luar biasa. Melihat pertarungan yang tak berkesudahan dan berdampak buruk bagi lingkungan serta masyarakat, Temenggung Marubai memutuskan untuk turun tangan. Ia mencoba menengahi konflik, namun usahanya kerap diabaikan oleh kedua belah pihak yang larut dalam ego dan nafsu kekuasaan. Pada suatu momen krusial, saat Oto berhasil mengangkat bukit dan Keling mencoba merebutnya kembali, Temenggung Marubai menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengakhiri pertarungan. Dengan mantra dan kearifannya, ia menyebabkan bukit yang sedang diangkat Oto terlepas dari genggaman Keling, lalu jatuh terhempas ke bumi. Bukit yang jatuh itulah yang kini kita kenal sebagai Bukit Kelam, menjadi saksi bisu dari intervensi seorang pemimpin yang bijaksana dalam konflik dahsyat. <\/p>\n<h3>Mitos Harta Karun di Balik Cerita<\/h3>\n<p> Selain kisah pertarungan, legenda Bukit Kelam juga diselimuti mitos adanya harta karun tersembunyi di dalamnya. Konon, saat bukit itu jatuh, beberapa benda berharga milik Keling atau peninggalan dari zaman purbakala ikut terkubur di dalam celah-celah batu atau gua-gua di Bukit Kelam. Mitos ini telah menarik perhatian banyak orang, dari petualang hingga pemburu harta karun, yang penasaran dengan kebenaran di baliknya. Namun, masyarakat setempat percaya bahwa harta karun tersebut tidak mudah ditemukan, bahkan dijaga oleh penunggu gaib dan hanya akan menampakkan diri kepada mereka yang memiliki niat tulus dan hati bersih. Mitos ini tidak hanya menambah aura misteri Bukit Kelam, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menghormati alam dan tidak serakah dalam mencari kekayaan duniawi. <\/p>\n<h2>Pesona Alam dan Daya Tarik Wisata Bukit Kelam<\/h2>\n<p> Terlepas dari legendanya, Bukit Kelam juga merupakan surga bagi pecinta alam dan petualang. Keindahan puncaknya yang sering diselimuti awan, hijaunya hutan tropis, serta formasi batuan yang menantang, menawarkan pengalaman mendaki yang tak terlupakan. Bagi para pendaki dan pemanjat tebing, Bukit Kelam menyediakan rute-rute menantang yang menguji fisik dan mental, dengan hadiah pemandangan spektakuler dari ketinggian. Selain itu, di sekitar kaki bukit juga terdapat beberapa gua alami yang menarik untuk dijelajahi, seperti Gua Kelelawar. Kawasan ini juga kaya akan keanekaragaman hayati, menjadi habitat bagi berbagai jenis burung, primata, serta tumbuhan endemik. Potensi ekowisata Bukit Kelam sangat besar, memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan alam sambil belajar tentang konservasi lingkungan dan kearifan lokal. <\/p>\n<h2>Melestarikan Legenda dan Kearifan Lokal Bukit Kelam<\/h2>\n<p> Legenda Bukit Kelam bukan hanya sekadar dongeng, melainkan cerminan dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Dayak Sintang. Melestarikan legenda ini berarti menjaga warisan nenek moyang, memastikan bahwa nilai-nilai dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya terus hidup dan dipahami oleh generasi mendatang. Ini adalah bagian integral dari upaya melestarikan budaya dan sejarah lokal yang kaya. Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pendidikan di sekolah, pementasan seni tradisional yang menceritakan kembali legenda, hingga promosi pariwisata berbasis budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Dengan demikian, Bukit Kelam tidak hanya dikenal sebagai objek wisata alam, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran budaya dan sejarah yang mendalam, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan. <\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p> Bukit Kelam di Sintang adalah perpaduan sempurna antara keindahan alam yang megah dan kekayaan budaya yang tak ternilai. Monolit raksasa ini bukan hanya formasi geologi yang unik, tetapi juga penjaga sebuah legenda kuno yang telah membentuk identitas dan spiritualitas masyarakat Dayak setempat. Kisah pertarungan Oto dan Keling, serta campur tangan Temenggung Marubai, tidak hanya menjelaskan asal-usul bukit ini, tetapi juga mengandung pelajaran moral yang relevan hingga kini. Dengan segala pesona alam dan kekuatan legendanya, Bukit Kelam layak menjadi destinasi unggulan yang wajib dikunjungi. Mari kita dukung upaya pelestarian alam dan budaya di Bukit Kelam, agar warisan berharga ini tetap lestari dan dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. Kunjungilah Sintang, selami misteri Bukit Kelam, dan rasakan langsung kekuatan legenda yang membalut monolit kebanggaan Kalimantan Barat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukit Kelam, sebuah monolit raksasa yang menjulang gagah di tengah lanskap Sintang, Kalimantan Barat, bukan hanya sekadar formasi batuan biasa. Lebih dari itu, ia adalah saksi bisu ribuan tahun sejarah, rumah bagi keanekaragaman hayati yang menakjubkan, dan pusat dari sebuah legenda kuno yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak setempat. Keberadaannya tak hanya memukau &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31204,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[326],"tags":[],"class_list":["post-31205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-informasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bukit Kelam, sebuah monolit raksasa yang menjulang gagah di tengah lanskap Sintang, Kalimantan Barat, bukan hanya sekadar formasi batuan biasa. Lebih dari itu, ia adalah saksi bisu ribuan tahun sejarah, rumah bagi keanekaragaman hayati yang menakjubkan, dan pusat dari sebuah legenda kuno yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak setempat. Keberadaannya tak hanya memukau &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-06T14:25:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam\",\"datePublished\":\"2026-04-06T14:25:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang\"},\"wordCount\":1191,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/legenda-bukit-kelam-sintang.png\",\"articleSection\":[\"Informasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang\",\"name\":\"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/legenda-bukit-kelam-sintang.png\",\"datePublished\":\"2026-04-06T14:25:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/legenda-bukit-kelam-sintang.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/legenda-bukit-kelam-sintang.png\",\"width\":800,\"height\":450,\"caption\":\"desain legenda bukit kelam sintang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/legenda-bukit-kelam-sintang#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam - AKPER Sintang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam","og_description":"Bukit Kelam, sebuah monolit raksasa yang menjulang gagah di tengah lanskap Sintang, Kalimantan Barat, bukan hanya sekadar formasi batuan biasa. Lebih dari itu, ia adalah saksi bisu ribuan tahun sejarah, rumah bagi keanekaragaman hayati yang menakjubkan, dan pusat dari sebuah legenda kuno yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak setempat. Keberadaannya tak hanya memukau &hellip;","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2026-04-06T14:25:32+00:00","author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam","datePublished":"2026-04-06T14:25:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang"},"wordCount":1191,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/legenda-bukit-kelam-sintang.png","articleSection":["Informasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang","name":"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/legenda-bukit-kelam-sintang.png","datePublished":"2026-04-06T14:25:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/legenda-bukit-kelam-sintang.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/legenda-bukit-kelam-sintang.png","width":800,"height":450,"caption":"desain legenda bukit kelam sintang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/legenda-bukit-kelam-sintang#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengungkap Legenda Bukit Kelam Sintang Pesona Alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31205"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31205\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}