{"id":2184,"date":"2025-07-29T17:24:42","date_gmt":"2025-07-29T10:24:42","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga"},"modified":"2025-07-29T17:24:42","modified_gmt":"2025-07-29T10:24:42","slug":"edukasi-berbasis-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga","title":{"rendered":"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak"},"content":{"rendered":"<p>Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar pada perkembangan anak. Bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun keluarga memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam proses edukasi ini. Edukasi berbasis keluarga menekankan kolaborasi antara orang tua, anak, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan proses pembelajaran yang holistik, menyenangkan, dan efektif. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya menyerap ilmu pengetahuan di sekolah, tetapi juga mengembangkan berbagai aspek kepribadiannya dalam lingkungan keluarga yang suportif dan penuh kasih sayang.<\/p>\n<p>Konsep edukasi berbasis keluarga tidak sekadar menugaskan orang tua untuk menjadi guru di rumah. Lebih dari itu, ini tentang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di mana anak merasa aman, terinspirasi, dan termotivasi untuk belajar sepanjang hayat. Ini melibatkan peran aktif orang tua dalam memahami gaya belajar anak, memberikan dukungan emosional, serta menyediakan sumber daya dan kesempatan belajar yang beragam. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang pentingnya edukasi berbasis keluarga dan berbagai strategi yang dapat diterapkan. Baca selengkapnya di <a href=\"https:\/\/akin.ac.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Akin.ac.id<\/a>!<\/p>\n<h2>Peran Orang Tua dalam Edukasi Berbasis Keluarga<\/h2>\n<p>Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Mereka memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan kebiasaan belajar anak. Peran aktif orang tua meliputi menciptakan lingkungan belajar yang positif, mendukung minat dan bakat anak, serta menjadi teladan yang baik dalam hal perilaku dan kebiasaan belajar.<\/p>\n<p>Selain itu, orang tua juga perlu terlibat aktif dalam proses pembelajaran anak di sekolah. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan guru sangat penting untuk memantau perkembangan anak, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merancang strategi pembelajaran yang efektif. Kolaborasi ini memastikan konsistensi dan sinergi dalam proses pendidikan anak.<\/p>\n<h2>Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif di Rumah<\/h2>\n<p>Lingkungan rumah yang mendukung belajar berperan penting dalam keberhasilan edukasi berbasis keluarga. Ini meliputi menyediakan ruang belajar yang nyaman dan tenang, menghindari gangguan seperti televisi atau gadget berlebihan selama jam belajar, dan memastikan ketersediaan sumber belajar yang memadai, seperti buku, alat tulis, dan akses internet.<\/p>\n<p>Selain itu, penting untuk menciptakan suasana yang positif dan menyenangkan. Hindari tekanan yang berlebihan dan fokus pada proses belajar, bukan hanya hasil akhir. Berikan pujian dan dorongan positif untuk memotivasi anak, dan jangan ragu untuk merayakan setiap kemajuan yang dicapai.<\/p>\n<h2>Komunikasi Efektif: Jembatan Antara Orang Tua dan Anak<\/h2>\n<p>Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci keberhasilan edukasi berbasis keluarga. Orang tua perlu menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan kesulitan yang dihadapinya. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespon dengan empati sangat penting untuk membangun hubungan yang kuat dan saling percaya.<\/p>\n<p>Selain mendengarkan, orang tua juga perlu berkomunikasi secara efektif tentang harapan dan aturan dalam belajar. Tetapkan aturan yang jelas dan konsisten, serta berikan konsekuensi yang adil jika aturan dilanggar. Namun, selalu ingat untuk menekankan pentingnya kerjasama dan saling mendukung dalam proses belajar.<\/p>\n<h2>Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran<\/h2>\n<p>Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, dan dapat dimanfaatkan secara efektif dalam proses pembelajaran. Orang tua dapat memanfaatkan berbagai aplikasi edukatif, video pembelajaran online, dan permainan edukatif untuk memperkaya pengalaman belajar anak.<\/p>\n<p>Namun, penting untuk membatasi penggunaan gadget dan memastikan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Orang tua perlu membimbing anak dalam memilih konten yang sesuai dan mengawasi waktu penggunaan gadget agar tidak mengganggu kegiatan belajar dan aktivitas lainnya. Edukasi digital juga perlu diajarkan agar anak mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak.<\/p>\n<h2>Mengembangkan Keterampilan Abad 21<\/h2>\n<p>Edukasi berbasis keluarga juga perlu memfokuskan pada pengembangan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Keterampilan ini sangat penting untuk kesuksesan anak di masa depan yang penuh tantangan.<\/p>\n<p>Orang tua dapat membantu mengembangkan keterampilan ini melalui berbagai aktivitas, seperti diskusi keluarga, partisipasi dalam proyek kelompok, mendukung minat dan hobi anak, dan mendorong anak untuk menyelesaikan masalah secara mandiri. Kegiatan ekstrakurikuler juga berperan penting dalam pengembangan keterampilan ini.<\/p>\n<h3>Membangun Kebiasaan Membaca<\/h3>\n<p>Membaca merupakan fondasi penting dalam proses belajar. Orang tua dapat membiasakan anak membaca sejak usia dini dengan menyediakan berbagai buku yang menarik dan sesuai dengan minat anak. Bacalah bersama anak, tanyakan pertanyaan tentang isi bacaan, dan bicarakan isi buku tersebut.<\/p>\n<p>Selain membaca buku, kenalkan anak pada berbagai bentuk literatur lain seperti majalah anak, komik, dan cerita online yang edukatif. Libatkan anak dalam kunjungan ke perpustakaan dan toko buku untuk memperluas wawasan dan minat bacanya.<\/p>\n<h3>Menumbuhkan Minat pada Sains dan Matematika<\/h3>\n<p>Sains dan matematika merupakan bidang studi yang penting untuk masa depan anak. Orang tua dapat menumbuhkan minat anak pada bidang ini melalui eksperimen sederhana di rumah, permainan edukatif, dan kunjungan ke museum sains.<\/p>\n<p>Jelaskan konsep sains dan matematika dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Gunakan benda-benda di sekitar rumah untuk menjelaskan konsep-konsep tersebut. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari sumber belajar online atau guru privat jika dibutuhkan.<\/p>\n<h3>Mengenalkan Seni dan Budaya<\/h3>\n<p>Seni dan budaya memperkaya kehidupan anak dan membantu mereka mengembangkan kreativitas dan apresiasi terhadap keindahan. Orang tua dapat mengenalkan seni dan budaya melalui kunjungan ke museum seni, konser musik, pertunjukan tari, dan pameran seni.<\/p>\n<p>Libatkan anak dalam aktivitas seni seperti melukis, memahat, menulis cerita, atau bermain musik. Dukung minat dan bakat anak dalam bidang seni dan budaya, dan berikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi potensi kreatifnya.<\/p>\n<h3>Pentingnya Kolaborasi dengan Sekolah<\/h3>\n<p>Kerjasama yang erat antara orang tua dan sekolah sangat penting dalam memastikan kesuksesan edukasi berbasis keluarga. Orang tua perlu aktif berkomunikasi dengan guru, memantau perkembangan belajar anak, dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.<\/p>\n<p>Sekolah juga perlu berperan aktif dalam melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran. Sekolah dapat menyelenggarakan pertemuan orang tua, workshop, dan berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua dalam proses belajar anak. Kolaborasi yang kuat antara keluarga dan sekolah akan menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan optimal.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Edukasi berbasis keluarga merupakan pendekatan holistik yang menempatkan keluarga sebagai pusat proses pembelajaran. Dengan peran aktif orang tua, lingkungan belajar yang kondusif, komunikasi yang efektif, dan pemanfaatan teknologi yang bijak, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa setiap anak unik dan memiliki gaya belajar yang berbeda. Keberhasilan edukasi berbasis keluarga terletak pada kemampuan orang tua untuk memahami anak mereka, memberikan dukungan yang tepat, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan. Dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, kita dapat membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan anak-anak kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar pada perkembangan anak. Bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun keluarga memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam proses edukasi ini. Edukasi berbasis keluarga menekankan kolaborasi antara orang tua, anak, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan proses pembelajaran yang holistik, menyenangkan, dan efektif. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2183,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[539,501],"class_list":["post-2184","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-edukasi","tag-berbasis","tag-edukasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar pada perkembangan anak. Bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun keluarga memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam proses edukasi ini. Edukasi berbasis keluarga menekankan kolaborasi antara orang tua, anak, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan proses pembelajaran yang holistik, menyenangkan, dan efektif. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-29T10:24:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Edukasi-Berbasis-Keluarga-Pilar-Masa-Depan-Anak.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak\",\"datePublished\":\"2025-07-29T10:24:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga\"},\"wordCount\":1013,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png\",\"keywords\":[\"berbasis\",\"edukasi\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga\",\"name\":\"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png\",\"datePublished\":\"2025-07-29T10:24:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-keluarga#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak - AKPER Sintang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak","og_description":"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar pada perkembangan anak. Bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun keluarga memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam proses edukasi ini. Edukasi berbasis keluarga menekankan kolaborasi antara orang tua, anak, dan lingkungan sekitar untuk menciptakan proses pembelajaran yang holistik, menyenangkan, dan efektif. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya &hellip;","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-07-29T10:24:42+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Edukasi-Berbasis-Keluarga-Pilar-Masa-Depan-Anak.png","type":"image\/png"}],"author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak","datePublished":"2025-07-29T10:24:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga"},"wordCount":1013,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png","keywords":["berbasis","edukasi"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga","name":"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png","datePublished":"2025-07-29T10:24:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-keluarga_20250729_032438.png","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-keluarga#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Edukasi Berbasis Keluarga: Pilar Masa Depan Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2184"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2184\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}