{"id":2175,"date":"2025-07-29T14:09:37","date_gmt":"2025-07-29T07:09:37","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat"},"modified":"2025-07-29T14:09:37","modified_gmt":"2025-07-29T07:09:37","slug":"edukasi-berbasis-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat","title":{"rendered":"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p>Edukasi berbasis masyarakat, atau sering disebut dengan <i>community-based education<\/i>, merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan masyarakat sebagai pusat kegiatan pendidikan. Bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa di dalam kelas, model ini menekankan keterlibatan aktif warga, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penyelesaian masalah yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.<\/p>\n<p>Berbeda dengan pendidikan formal yang terstruktur dan terpusat, edukasi berbasis masyarakat lebih fleksibel dan adaptif. Proses pembelajarannya tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di berbagai tempat seperti rumah, kebun, tempat kerja, dan lingkungan sekitar. Metode pembelajarannya pun beragam, mencakup metode partisipatif, praktis, dan experiential learning yang melibatkan seluruh panca indra dan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna bagi peserta didik. Pelajari lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/akin.ac.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Akin.ac.id<\/a>!<\/p>\n<h2>Keunggulan Edukasi Berbasis Masyarakat<\/h2>\n<p>Salah satu keunggulan utama pendekatan ini adalah relevansi materi pembelajaran dengan kebutuhan dan konteks masyarakat setempat. Kurikulum dirancang berdasarkan isu-isu yang dihadapi masyarakat, seperti pertanian, kesehatan, kelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal. Hal ini menjadikan proses belajar lebih bermakna dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Selain itu, edukasi berbasis masyarakat juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pendidikan. Warga tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif berkontribusi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Hal ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap proses pembelajaran.<\/p>\n<h2>Pemanfaatan Sumber Daya Lokal<\/h2>\n<p>Edukasi berbasis masyarakat memanfaatkan secara optimal sumber daya lokal yang tersedia. Ini bisa berupa pengetahuan tradisional, keterampilan lokal, materi alam, dan fasilitas yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biaya operasional pendidikan dapat ditekan serta proses belajar menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Contohnya, pengetahuan tentang pengolahan makanan tradisional bisa diajarkan langsung oleh warga yang memiliki keahlian tersebut. Penggunaan bahan alam sekitar sebagai alat peraga juga dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dan menumbuhkan apresiasi terhadap lingkungan.<\/p>\n<h2>Keterlibatan Pemangku Kepentingan<\/h2>\n<p>Suksesnya edukasi berbasis masyarakat bergantung pada keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Ini termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan formal, organisasi masyarakat, dan sektor swasta. Kerjasama yang sinergis diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung.<\/p>\n<p>Peran pemerintah misalnya, adalah menyediakan pendanaan, fasilitas, dan regulasi yang mendukung. Lembaga pendidikan formal bisa berperan dalam memberikan bimbingan teknis dan pelatihan bagi fasilitator masyarakat.<\/p>\n<h2>Pemberdayaan Masyarakat<\/h2>\n<p>Tujuan utama edukasi berbasis masyarakat adalah memberdayakan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk mendapatkan ijazah, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.<\/p>\n<p>Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan ekonomi lokal, mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, dan mengatasi masalah sosial yang dihadapi.<\/p>\n<h2>Pendekatan Partisipatif<\/h2>\n<p>Pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan edukasi berbasis masyarakat. Semua anggota masyarakat dilibatkan secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pendapat, kebutuhan, dan aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan utama.<\/p>\n<p>Proses pembuatan kurikulum, pemilihan metode pembelajaran, dan penentuan materi dilakukan secara bermusyawarah dan demokratis. Hal ini menjamin relevansi program dengan kondisi masyarakat setempat.<\/p>\n<h2>Penggunaan Teknologi Informasi<\/h2>\n<p>Teknologi informasi dapat diintegrasikan ke dalam edukasi berbasis masyarakat untuk meningkatkan akses dan efektivitas pembelajaran. Misalnya, penggunaan internet dan media sosial untuk menyebarkan informasi, melakukan diskusi online, dan mengakses sumber belajar digital.<\/p>\n<p>Namun, penting untuk memperhatikan ketersediaan infrastruktur dan keterampilan digital masyarakat setempat. Program literasi digital bisa diintegrasikan ke dalam program edukasi berbasis masyarakat.<\/p>\n<h2>Evaluasi dan Monitoring<\/h2>\n<p>Evaluasi dan monitoring berkelanjutan sangat penting untuk memastikan efektivitas program edukasi berbasis masyarakat. Evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada dampak program terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.<\/p>\n<p>Metode evaluasi bisa berupa observasi lapangan, wawancara dengan peserta didik dan masyarakat, serta analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil evaluasi digunakan sebagai umpan balik untuk memperbaiki program di masa yang akan datang.<\/p>\n<h3>Tantangan Implementasi Edukasi Berbasis Masyarakat<\/h3>\n<p>Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya, baik berupa dana, personil, maupun infrastruktur. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk mengatasi kendala ini.<\/p>\n<p>Koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan juga merupakan tantangan yang signifikan. Dibutuhkan mekanisme yang efektif untuk menghindari duplikasi program dan menjamin kesinambungan program.<\/p>\n<h3>Peran Pemerintah dalam Mendukung Edukasi Berbasis Masyarakat<\/h3>\n<p>Pemerintah berperan penting dalam mendukung edukasi berbasis masyarakat melalui penyediaan dana, fasilitas, dan regulasi yang mendukung. Pemerintah juga harus memfasilitasi koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>Selain itu, pemerintah juga harus melakukan sosialisasi dan promosi tentang pentingnya edukasi berbasis masyarakat kepada masyarakat luas.<\/p>\n<h3> Peran Lembaga Pendidikan Formal<\/h3>\n<p>Lembaga pendidikan formal memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan edukasi berbasis masyarakat. Mereka dapat memberikan pelatihan kepada fasilitator masyarakat, mengembangkan materi pembelajaran yang relevan, dan melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas program.<\/p>\n<p>Kerjasama antara lembaga pendidikan formal dan masyarakat sangat penting untuk menjamin kualitas dan kesinambungan program edukasi berbasis masyarakat.<\/p>\n<h3> Peran Masyarakat dalam Edukasi Berbasis Masyarakat<\/h3>\n<p>Masyarakat sebagai subjek utama dalam edukasi berbasis masyarakat memegang peranan krusial. Partisipasi aktif, kepemilikan program, dan dukungan penuh masyarakat menjadi kunci keberhasilannya. Tingkat kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan berkelanjutan juga harus ditingkatkan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, keberhasilan edukasi berbasis masyarakat membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak, sehingga tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Edukasi berbasis masyarakat menawarkan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam memberdayakan masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan menekankan relevansi, partisipasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal, model ini mampu menghasilkan perubahan yang bermakna di tingkat akar rumput.<\/p>\n<p>Meskipun terdapat sejumlah tantangan, keberhasilan implementasi edukasi berbasis masyarakat sangat mungkin dicapai melalui kerja sama yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat itu sendiri. Komitmen yang teguh dan strategi yang terencana dengan baik akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Edukasi berbasis masyarakat, atau sering disebut dengan community-based education, merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan masyarakat sebagai pusat kegiatan pendidikan. Bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa di dalam kelas, model ini menekankan keterlibatan aktif warga, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penyelesaian masalah yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2174,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[539,501],"class_list":["post-2175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-edukasi","tag-berbasis","tag-edukasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Edukasi berbasis masyarakat, atau sering disebut dengan community-based education, merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan masyarakat sebagai pusat kegiatan pendidikan. Bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa di dalam kelas, model ini menekankan keterlibatan aktif warga, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penyelesaian masalah yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat, &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-29T07:09:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Edukasi-Berbasis-Masyarakat-Pilar-Pembangunan-Berkelanjutan.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan\",\"datePublished\":\"2025-07-29T07:09:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat\"},\"wordCount\":907,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png\",\"keywords\":[\"berbasis\",\"edukasi\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat\",\"name\":\"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png\",\"datePublished\":\"2025-07-29T07:09:37+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-berbasis-masyarakat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan - AKPER Sintang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan","og_description":"Edukasi berbasis masyarakat, atau sering disebut dengan community-based education, merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan masyarakat sebagai pusat kegiatan pendidikan. Bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa di dalam kelas, model ini menekankan keterlibatan aktif warga, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penyelesaian masalah yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat, &hellip;","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-07-29T07:09:37+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Edukasi-Berbasis-Masyarakat-Pilar-Pembangunan-Berkelanjutan.png","type":"image\/png"}],"author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan","datePublished":"2025-07-29T07:09:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat"},"wordCount":907,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png","keywords":["berbasis","edukasi"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat","name":"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png","datePublished":"2025-07-29T07:09:37+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-berbasis-masyarakat_20250729_000933.png","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-berbasis-masyarakat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Edukasi Berbasis Masyarakat: Pilar Pembangunan Berkelanjutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2175\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}