{"id":2029,"date":"2025-07-25T11:37:58","date_gmt":"2025-07-25T04:37:58","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal"},"modified":"2025-07-25T11:37:58","modified_gmt":"2025-07-25T04:37:58","slug":"edukasi-informal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal","title":{"rendered":"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas"},"content":{"rendered":"<p>Edukasi formal, dengan sistem sekolah dan kurikulumnya, memang menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bentuk pendidikan lain yang tak kalah penting, bahkan seringkali saling melengkapi, yaitu edukasi informal? Edukasi informal merujuk pada proses belajar yang terjadi di luar lingkungan pendidikan formal, dan terjadi secara spontan dan tidak terstruktur. Proses ini sangat berpengaruh dalam perkembangan individu, membentuk karakter, dan memperluas wawasan di luar materi pelajaran formal.<\/p>\n<p>Berbeda dengan pendidikan formal yang terjadwal dan terstruktur, edukasi informal lebih fleksibel dan adaptif. Proses belajarnya bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, melalui berbagai media dan pengalaman hidup. Dari interaksi sosial, pengalaman kerja, hingga hobi dan minat pribadi, semua dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran informal yang berharga. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai berbagai aspek penting edukasi informal, mengapa hal ini penting, dan bagaimana kita dapat memaksimalkan manfaatnya.<\/p>\n<h2>Manfaat Edukasi Informal<\/h2>\n<p>Edukasi informal menawarkan beragam manfaat yang signifikan bagi perkembangan individu. Salah satu manfaat utamanya adalah pengembangan <i>soft skills<\/i> seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah. Keterampilan ini sulit diukur secara kuantitatif dalam sistem pendidikan formal, namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan nyata.<\/p>\n<p>Selain itu, edukasi informal juga membantu dalam membentuk karakter dan kepribadian yang tangguh. Menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman hidup di luar lingkungan sekolah membentuk daya juang, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan mental yang kuat. Proses ini merupakan pembelajaran hidup yang berharga dan tak ternilai harganya.<\/p>\n<h2>Sumber Edukasi Informal<\/h2>\n<p>Sumber edukasi informal sangat beragam dan melimpah. Mulai dari keluarga, lingkungan pertemanan, komunitas, hingga media massa dan internet. Keluarga berperan sebagai agen sosialisasi pertama yang menanamkan nilai-nilai dan kebiasaan. Sedangkan lingkungan pertemanan dan komunitas memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan belajar dari pengalaman orang lain.<\/p>\n<p>Internet dan media massa juga menjadi sumber belajar informal yang tak tergantikan. Akses informasi yang luas dan mudah memungkinkan individu untuk belajar berbagai hal sesuai minat dan kebutuhannya. Namun, penting untuk selalu kritis dan selektif dalam memilih sumber informasi yang terpercaya.<\/p>\n<h2>Peran Keluarga dalam Edukasi Informal<\/h2>\n<p>Keluarga memiliki peran yang sangat krusial dalam edukasi informal. Orang tua dan keluarga terdekat menjadi model peran dan sumber pembelajaran pertama bagi anak-anak. Nilai-nilai moral, etika, dan kebiasaan positif ditanamkan melalui interaksi sehari-hari dan teladan yang diberikan.<\/p>\n<p>Selain itu, keluarga juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya, serta memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan merupakan bagian penting dari peran keluarga dalam edukasi informal.<\/p>\n<h2>Edukasi Informal Melalui Pengalaman Kerja<\/h2>\n<p>Pengalaman kerja merupakan salah satu sumber edukasi informal yang efektif. Di tempat kerja, individu belajar tentang dinamika sosial, manajemen waktu, kerja sama tim, dan tanggung jawab. Semua ini merupakan pembelajaran praktis yang sulit didapatkan di bangku sekolah.<\/p>\n<p>Selain itu, pengalaman kerja juga membantu dalam mengembangkan <i>hard skills<\/i> yang spesifik sesuai dengan bidang pekerjaan. Keterampilan teknis dan pengetahuan praktis yang didapatkan di tempat kerja akan meningkatkan daya saing individu di pasar kerja.<\/p>\n<h2>Peran Komunitas dan Lingkungan Sosial<\/h2>\n<p>Komunitas dan lingkungan sosial juga berperan penting dalam edukasi informal. Interaksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya memperluas wawasan, meningkatkan toleransi, dan membantu dalam mengembangkan kemampuan sosial.<\/p>\n<p>Partisipasi dalam kegiatan komunitas, seperti kegiatan sosial, olahraga, atau kesenian, juga merupakan bentuk edukasi informal yang berharga. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan keterampilan, tetapi juga meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.<\/p>\n<h2>Pentingnya Kritis Berpikir dalam Edukasi Informal<\/h2>\n<p>Meskipun edukasi informal menawarkan banyak manfaat, penting untuk selalu mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Tidak semua informasi yang didapatkan dari berbagai sumber dapat di terima begitu saja. Kita perlu mengevaluasi informasi, membandingkannya dengan sumber lain, dan memfilter informasi yang tidak valid.<\/p>\n<p>Kemampuan berpikir kritis membantu dalam membentuk pandangan yang objektif dan rasional. Hal ini sangat penting dalam menghadapi informasi yang menyesatkan atau propaganda yang dapat mempengaruhi cara pandang dan pengambilan keputusan.<\/p>\n<h2>Edukasi Informal dan Teknologi<\/h2>\n<p>Teknologi telah merevolusi akses terhadap informasi dan edukasi informal. Internet, media sosial, dan aplikasi pembelajaran online membuka pintu bagi kesempatan belajar yang tak terbatas. Kita dapat mengakses kursus online, artikel, video, dan berbagai sumber belajar lainnya kapan saja dan di mana saja. Pelajari lebih lanjut di <a href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Akper Sintang<\/a>!<\/p>\n<p>Namun, perlu diingat bahwa teknologi juga memiliki sisi negatif. Informasi yang tidak valid dan hoaks dapat mudah tersebar, sehingga kemampuan berpikir kritis semakin penting dalam mengelola informasi yang diterima melalui teknologi.<\/p>\n<h3>Mengoptimalkan Edukasi Informal Melalui Hobi<\/h3>\n<p>Hobi dapat menjadi sumber edukasi informal yang menyenangkan dan efektif. Dengan menekuni hobi, kita dapat mengembangkan keterampilan, meningkatkan kreativitas, dan mengeksplorasi minat dan bakat. Proses belajar yang dilakukan secara sukarela dan berkelanjutan ini dapat memberikan kepuasan dan pengembangan diri yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Memilih hobi yang sesuai dengan minat dan bakat merupakan langkah awal yang penting. Dengan konsistensi dan tekun, hobi dapat menjadi sumber pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h3>Peran Perpustakaan dan Museum dalam Edukasi Informal<\/h3>\n<p>Perpustakaan dan museum merupakan sumber edukasi informal yang kaya akan pengetahuan dan informasi. Perpustakaan menyediakan akses ke berbagai buku, jurnal, dan bahan bacaan lainnya yang dapat memperluas wawasan dan pengetahuan kita. <\/p>\n<p>Museum, di sisi lain, menyediakan pengalaman belajar yang interaktif dan visual. Melalui pameran dan koleksi artefak, museum memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan sains.<\/p>\n<h3>Edukasi Informal di Tempat Kerja<\/h3>\n<p>Pelatihan dan pengembangan di tempat kerja merupakan bagian penting dari edukasi informal. Perusahaan sering kali menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan lingkungan kerja.<\/p>\n<p>Selain itu, interaksi dengan kolega dan atasan juga merupakan bentuk edukasi informal yang berharga. Pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan oleh orang lain dapat memperluas wawasan dan memberikan perspektif baru.<\/p>\n<h3>Meletakkan Edukasi Informal dalam Konteks Belajar Sepanjang Hayat<\/h3>\n<p>Konsep belajar sepanjang hayat (<i>lifelong learning<\/i>) menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan sepanjang hidup. Edukasi informal merupakan bagian integral dari konsep ini. Dengan terus belajar dan beradaptasi, individu dapat meningkatkan kemampuannya, mengembangkan diri, dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, mengembangkan kebiasaan belajar secara terus menerus melalui berbagai sumber edukasi informal, akan membantu individu untuk tetap relevan dan kompetitif dalam dunia yang terus berkembang.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Edukasi informal merupakan bentuk pembelajaran yang sangat penting dan saling melengkapi dengan edukasi formal. Proses belajar yang terjadi di luar lingkungan sekolah ini membentuk karakter, mengembangkan <i>soft skills<\/i> dan <i>hard skills<\/i>, serta memperluas wawasan dan pengetahuan. Sumber edukasi informal sangat beragam dan tersedia di sekitar kita.<\/p>\n<p>Dengan menyadari pentingnya edukasi informal dan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia, kita dapat memaksimalkan potensi diri dan mencapai kehidupan yang lebih bermakna. Ingatlah bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi terjadi di setiap aspek kehidupan kita. Oleh karena itu, mari kita selalu terbuka terhadap peluang belajar dan terus mengembangkan diri sepanjang hayat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Edukasi formal, dengan sistem sekolah dan kurikulumnya, memang menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bentuk pendidikan lain yang tak kalah penting, bahkan seringkali saling melengkapi, yaitu edukasi informal? Edukasi informal merujuk pada proses belajar yang terjadi di luar lingkungan pendidikan formal, dan terjadi secara spontan dan tidak terstruktur. Proses ini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2028,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[501,506],"class_list":["post-2029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-edukasi","tag-edukasi","tag-informal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Edukasi formal, dengan sistem sekolah dan kurikulumnya, memang menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bentuk pendidikan lain yang tak kalah penting, bahkan seringkali saling melengkapi, yaitu edukasi informal? Edukasi informal merujuk pada proses belajar yang terjadi di luar lingkungan pendidikan formal, dan terjadi secara spontan dan tidak terstruktur. Proses ini &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-25T04:37:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Edukasi-Informal-Belajar-di-Luar-Kelas.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas\",\"datePublished\":\"2025-07-25T04:37:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal\"},\"wordCount\":1080,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png\",\"keywords\":[\"edukasi\",\"informal\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal\",\"name\":\"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png\",\"datePublished\":\"2025-07-25T04:37:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png\",\"width\":700,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/edukasi-informal#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas - AKPER Sintang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas","og_description":"Edukasi formal, dengan sistem sekolah dan kurikulumnya, memang menjadi pilar utama dalam proses pembelajaran. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat bentuk pendidikan lain yang tak kalah penting, bahkan seringkali saling melengkapi, yaitu edukasi informal? Edukasi informal merujuk pada proses belajar yang terjadi di luar lingkungan pendidikan formal, dan terjadi secara spontan dan tidak terstruktur. Proses ini &hellip;","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-07-25T04:37:58+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Edukasi-Informal-Belajar-di-Luar-Kelas.png","type":"image\/png"}],"author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas","datePublished":"2025-07-25T04:37:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal"},"wordCount":1080,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png","keywords":["edukasi","informal"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal","name":"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png","datePublished":"2025-07-25T04:37:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/akpersintang_edukasi-informal_20250724_213753.png","width":700,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/edukasi-informal#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Edukasi Informal: Belajar di Luar Kelas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2029"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2029\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}