{"id":1836,"date":"2025-07-18T10:24:57","date_gmt":"2025-07-18T03:24:57","guid":{"rendered":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan"},"modified":"2025-07-18T10:24:57","modified_gmt":"2025-07-18T03:24:57","slug":"etika-keperawatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan","title":{"rendered":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme"},"content":{"rendered":"<p>Profesi keperawatan, di tengah kompleksitas sistem kesehatan modern, menuntut lebih dari sekadar keahlian teknis. Keberhasilan perawatan pasien tak hanya bergantung pada kompetensi medis, tetapi juga pada pondasi etika yang kokoh. Etika keperawatan menjadi pedoman moral yang membimbing perawat dalam menjalankan tugasnya, memastikan bahwa setiap tindakan didedikasikan untuk kesejahteraan dan martabat pasien. Dengan memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip etika keperawatan, perawat berperan sebagai advokat bagi pasien, melindungi hak-hak mereka, dan memberikan perawatan yang humanis dan berkualitas.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai aspek etika keperawatan, mulai dari prinsip-prinsip dasar hingga tantangan etis yang dihadapi dalam praktik sehari-hari. Kita akan mengkaji bagaimana nilai-nilai seperti otonomi pasien, benefisiensi, non-malefisiensi, dan keadilan diwujudkan dalam tindakan keperawatan. Pemahaman yang komprehensif tentang etika keperawatan penting tidak hanya untuk perawat profesional, tetapi juga untuk mahasiswa keperawatan, tenaga kesehatan lain, dan bahkan masyarakat luas agar dapat menghargai peran vital yang dimainkan oleh perawat dalam sistem kesehatan.<\/p>\n<h2>Autonomi Pasien: Mengutamakan Hak Pilih<\/h2>\n<p>Autonomi pasien merupakan prinsip fundamental dalam etika keperawatan. Ini berarti menghormati hak pasien untuk membuat keputusan tentang perawatan mereka sendiri, termasuk hak untuk menolak pengobatan. Perawat harus memastikan bahwa pasien diberikan informasi yang lengkap dan akurat tentang kondisi kesehatan mereka, pilihan pengobatan yang tersedia, dan konsekuensi dari setiap pilihan tersebut, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat berdasarkan pemahaman yang komprehensif.<\/p>\n<p>Menghormati otonomi pasien tidak selalu mudah. Terkadang, pasien mungkin tidak mampu membuat keputusan sendiri karena kondisi fisik atau mental mereka. Dalam situasi seperti ini, perawat harus bekerja sama dengan keluarga dan tim medis lainnya untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi pasien, selalu mengutamakan kepentingan terbaik pasien sebagai pedoman utama.<\/p>\n<h2>Benefisiensi: Mencari Manfaat Terbaik<\/h2>\n<p>Prinsip benefisiensi menekankan kewajiban perawat untuk bertindak demi kepentingan terbaik pasien. Ini melibatkan melakukan segala daya upaya untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan kerugian bagi pasien. Perawat harus selalu berupaya memberikan perawatan yang berkualitas tinggi, efektif, dan aman, dengan mempertimbangkan kondisi individu pasien dan konteks budaya mereka.<\/p>\n<p>Penerapan prinsip benefisiensi juga mengharuskan perawat untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka agar dapat memberikan perawatan yang terbaik. Partisipasi dalam pelatihan berkelanjutan, mengikuti perkembangan ilmu keperawatan, dan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas perawatan adalah bagian integral dari komitmen untuk benefisiensi.<\/p>\n<h2>Non-Malefisiensi: Menghindari Kerusakan<\/h2>\n<p>Non-malefisiensi merupakan prinsip etika yang menekankan kewajiban perawat untuk menghindari tindakan yang dapat membahayakan pasien. Ini berarti perawat harus berhati-hati dalam melakukan tindakan medis dan keperawatan, meminimalkan risiko kesalahan medis, dan selalu mengedepankan keselamatan pasien.<\/p>\n<p>Prinsip ini juga mencakup kewajiban untuk melaporkan kesalahan medis atau tindakan yang berpotensi membahayakan pasien kepada atasan atau pihak berwenang yang relevan. Kejujuran dan tanggung jawab sangat penting dalam penerapan prinsip non-malefisiensi. Perawat yang bertanggung jawab akan mengakui kesalahan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.<\/p>\n<h2>Keadilan: Perlakuan Adil dan Sama<\/h2>\n<p>Prinsip keadilan dalam etika keperawatan menekankan pentingnya memberikan perawatan yang adil dan merata kepada semua pasien, tanpa memandang ras, agama, jenis kelamin, status sosial, atau kondisi ekonomi mereka. Setiap pasien berhak mendapatkan perawatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhannya.<\/p>\n<p>Penerapan prinsip keadilan juga meliputi kewajiban perawat untuk mengalokasikan sumber daya secara adil dan efisien. Dalam situasi di mana sumber daya terbatas, perawat harus membuat keputusan yang sulit dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien dan prioritas perawatan.<\/p>\n<h2>Kerahasiaan Pasien: Melindungi Informasi Pribadi<\/h2>\n<p>Kerahasiaan informasi pasien merupakan hal yang sangat penting dalam etika keperawatan. Perawat memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi medis pasien dan hanya boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak yang berwenang dan dengan persetujuan pasien.<\/p>\n<p>Pelanggaran kerahasiaan pasien dapat memiliki konsekuensi yang serius, baik secara hukum maupun etika. Perawat harus memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku tentang kerahasiaan informasi pasien dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi informasi tersebut dari akses yang tidak sah.<\/p>\n<h3>Rekam Medis Elektronik dan Kerahasiaan<\/h3>\n<p>Dengan meningkatnya penggunaan rekam medis elektronik, tantangan dalam menjaga kerahasiaan pasien semakin kompleks. Perawat harus memastikan bahwa data pasien terlindungi dari akses yang tidak sah melalui penggunaan password yang kuat, pembatasan akses, dan protokol keamanan lainnya.<\/p>\n<p>Penting untuk memahami dan mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku terkait dengan penggunaan rekam medis elektronik, termasuk kebijakan tentang penyimpanan, penghapusan, dan akses data pasien.<\/p>\n<h3>Konflik Kepentingan dalam Pengambilan Keputusan<\/h3>\n<p>Situasi konflik kepentingan dapat muncul ketika perawat dihadapkan pada dilema etis yang melibatkan kepentingan pribadi mereka atau kepentingan orang lain. Perawat harus selalu mengutamakan kepentingan pasien dan bertindak dengan integritas.<\/p>\n<p>Mengungkapkan potensi konflik kepentingan kepada atasan atau pihak berwenang terkait penting untuk memastikan bahwa pengambilan keputusan tetap objektif dan adil.<\/p>\n<h3>Pelaporan Kesalahan Medis dan Tindakan yang Tidak Etis<\/h3>\n<p>Pelaporan kesalahan medis atau tindakan yang tidak etis merupakan kewajiban etis dan hukum bagi perawat. Ini penting untuk meningkatkan keamanan pasien dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.<\/p>\n<p>Perawat harus memahami prosedur pelaporan yang berlaku dan melaporkan segala kejadian yang mencurigakan atau yang berpotensi membahayakan pasien kepada pihak berwenang yang relevan.<\/p>\n<h3>Membangun Hubungan Teraputik yang Etis<\/h3>\n<p>Hubungan terapeutik yang etis antara perawat dan pasien didasarkan pada rasa hormat, empati, dan kepercayaan. Perawat harus berusaha untuk memahami perspektif pasien dan memberikan dukungan emosional dan spiritual.<\/p>\n<p>Membangun hubungan terapeutik yang kuat membantu menciptakan lingkungan perawatan yang aman dan mendukung, sehingga pasien merasa nyaman dan percaya diri dalam perawatan yang mereka terima.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Etika keperawatan merupakan landasan bagi praktik keperawatan yang profesional dan berkualitas. Memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip etika seperti otonomi pasien, benefisiensi, non-malefisiensi, keadilan, dan kerahasiaan sangat penting untuk memastikan bahwa perawatan yang diberikan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku. Perawat yang berkomitmen pada etika profesional akan selalu berusaha memberikan perawatan terbaik bagi pasien mereka, melindungi hak-hak mereka, dan menjaga martabat mereka.<\/p>\n<p>Penting untuk selalu mengingat bahwa etika keperawatan bukan sekadar sekumpulan aturan, tetapi merupakan komitmen untuk memberikan perawatan yang humanis dan bermartabat kepada setiap individu. Dengan mengamalkan prinsip-prinsip etika secara konsisten, perawat berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profesi keperawatan, di tengah kompleksitas sistem kesehatan modern, menuntut lebih dari sekadar keahlian teknis. Keberhasilan perawatan pasien tak hanya bergantung pada kompetensi medis, tetapi juga pada pondasi etika yang kokoh. Etika keperawatan menjadi pedoman moral yang membimbing perawat dalam menjalankan tugasnya, memastikan bahwa setiap tindakan didedikasikan untuk kesejahteraan dan martabat pasien. Dengan memahami dan mengamalkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1837,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[406,335],"class_list":["post-1836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-edukasi","tag-etika","tag-keperawatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v28.2) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme - AKPER Sintang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Profesi keperawatan, di tengah kompleksitas sistem kesehatan modern, menuntut lebih dari sekadar keahlian teknis. Keberhasilan perawatan pasien tak hanya bergantung pada kompetensi medis, tetapi juga pada pondasi etika yang kokoh. Etika keperawatan menjadi pedoman moral yang membimbing perawat dalam menjalankan tugasnya, memastikan bahwa setiap tindakan didedikasikan untuk kesejahteraan dan martabat pasien. Dengan memahami dan mengamalkan &hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog AKPER Sintang\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-18T03:24:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"360\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"administrator\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"administrator\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan\"},\"author\":{\"name\":\"administrator\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\"},\"headline\":\"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme\",\"datePublished\":\"2025-07-18T03:24:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan\"},\"wordCount\":944,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png\",\"keywords\":[\"etika\",\"Keperawatan\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan\",\"name\":\"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme - AKPER Sintang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png\",\"datePublished\":\"2025-07-18T03:24:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png\",\"width\":640,\"height\":360,\"caption\":\"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/etika-keperawatan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog AKPER Sintang\",\"description\":\"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"AKPER SINTANG\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Logo-Akpersintang.webp\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"AKPER SINTANG\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/akpersintang\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/akpersintang.ac.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920\",\"name\":\"administrator\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"administrator\"},\"sameAs\":[\"administrator\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme - AKPER Sintang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme","og_description":"Profesi keperawatan, di tengah kompleksitas sistem kesehatan modern, menuntut lebih dari sekadar keahlian teknis. Keberhasilan perawatan pasien tak hanya bergantung pada kompetensi medis, tetapi juga pada pondasi etika yang kokoh. Etika keperawatan menjadi pedoman moral yang membimbing perawat dalam menjalankan tugasnya, memastikan bahwa setiap tindakan didedikasikan untuk kesejahteraan dan martabat pasien. Dengan memahami dan mengamalkan &hellip;","og_url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan","og_site_name":"Blog AKPER Sintang","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","article_published_time":"2025-07-18T03:24:57+00:00","og_image":[{"width":640,"height":360,"url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png","type":"image\/png"}],"author":"administrator","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"administrator","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan"},"author":{"name":"administrator","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920"},"headline":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme","datePublished":"2025-07-18T03:24:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan"},"wordCount":944,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png","keywords":["etika","Keperawatan"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan","name":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme - AKPER Sintang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png","datePublished":"2025-07-18T03:24:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#primaryimage","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Etika-Keperawatan-Pedoman-Profesionalisme.png","width":640,"height":360,"caption":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/etika-keperawatan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Etika Keperawatan: Pedoman Profesionalisme"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","name":"Blog AKPER Sintang","description":"Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter","publisher":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#organization","name":"AKPER SINTANG","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","contentUrl":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Logo-Akpersintang.webp","width":1024,"height":1024,"caption":"AKPER SINTANG"},"image":{"@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/akpersintang","https:\/\/www.instagram.com\/akpersintang","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCyOd3der2NawdzJ_tPi4ctDw"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/b0c9384c57fe9f00d3a9ddd9002d5920","name":"administrator","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c6dedf5e267d19041d7fbb122decb34cc29fa59b353225f8ff8bdb0b3c31a4bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"administrator"},"sameAs":["administrator"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1836"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1836\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/akpersintang.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}