Scoping Review Adalah: Panduan Lengkap Memahami Metodologi Penelitian

Dalam penelitian, menelusuri literatur yang luas bisa menantang. Terkadang, pertanyaan riset terlalu luas untuk tinjauan sistematis. Kita tetap butuh gambaran komprehensif tentang suatu topik. Di sinilah peran scoping review adalah metode yang sangat berharga.

Scoping review adalah pendekatan sistematis untuk memetakan bukti, mengidentifikasi celah pengetahuan, dan memberi gambaran umum penelitian yang ada. Ini memungkinkan peneliti mengeksplorasi literatur lebih luas, ideal untuk eksplorasi topik awal.

Apa Itu Scoping Review?

Scoping review, atau tinjauan pemetaan, bertujuan mengidentifikasi dan memetakan bukti dari berbagai sumber untuk pertanyaan riset luas. Fokusnya: mengidentifikasi jenis studi, metodologi, dan hasil utama dalam literatur relevan.

Scoping review membantu peneliti memahami “apa yang ada di luar sana” mengenai suatu topik. Ini mengidentifikasi konsep kunci, teori, sumber bukti, dan kesenjangan penelitian. Prosesnya sistematis, namun fleksibel.

Perbedaan Scoping Review dan Systematic Review

Tinjauan sistematis menjawab pertanyaan riset spesifik, sering tentang efektivitas intervensi. Ini membutuhkan kriteria inklusi-eksklusi ketat untuk kesimpulan definitif.

Sebaliknya, scoping review adalah metode lebih luas. Tujuannya memetakan cakupan literatur dan mengidentifikasi kesenjangan. Tanpa mengevaluasi kualitas studi mendalam, cocok untuk pertanyaan luas atau area topik belum terpetakan.

Mengapa Scoping Review Penting?

Scoping review penting karena membantu mengidentifikasi jenis studi, metode, dan populasi yang diteliti. Informasi ini krusial untuk memutuskan apakah cukup bukti untuk tinjauan sistematis lebih lanjut, atau untuk penelitian primer.

Juga, scoping review adalah alat bagus mengidentifikasi celah literatur. Dengan memetakan area belum diteliti, peneliti menemukan pertanyaan riset baru. Ini juga membantu menginformasikan panduan praktik klinis atau kebijakan.

Kapan Scoping Review Dilakukan?

Scoping review cocok dilakukan ketika area penelitian baru atau belum banyak dieksplorasi. Kedua, saat topik sangat luas atau kompleks, dan tinjauan sistematis terlalu sempit.

Ketiga, scoping review adalah pilihan tepat jika ingin mengidentifikasi jenis studi, menentukan tinjauan sistematis diperlukan, atau menemukan kesenjangan literatur untuk riset masa depan. Scoping review juga bisa mengklarifikasi konsep kunci.

Langkah-langkah Melakukan Scoping Review

Melakukan scoping review melibatkan langkah sistematis. Dimulai identifikasi pertanyaan penelitian luas, lalu pengembangan protokol jelas. Kepatuhan protokol memastikan transparansi dan reproduktifitas tinjauan.

Setelah protokol, langkah selanjutnya meliputi pencarian literatur komprehensif, seleksi studi, ekstraksi data relevan, dan perangkuman temuan. Tiap tahap perlu perhatian agar bukti teridentifikasi dan dipetakan benar.

Tahap Perencanaan dan Protokol

Tahap awal scoping review adalah perencanaan matang dan protokol terperinci. Protokol mencakup pertanyaan penelitian (PCC), kriteria inklusi, basis data, strategi pencarian, dan metode seleksi.

Penting mendaftarkan protokol di platform seperti OSF atau JBI untuk transparansi. Perencanaan matang menghemat waktu dan memastikan tinjauan dilakukan secara sistematis dan komprehensif.

Strategi Pencarian Literatur Komprehensif

Strategi pencarian literatur dalam scoping review adalah aspek krusial. Mengingat pertanyaan luas, pencarian harus komprehensif dan inklusif. Ini melibatkan kombinasi istilah pencarian luas, termasuk sinonim, di berbagai basis data.

Selain database, pencarian kutipan, daftar referensi, dan literatur abu-abu (laporan pemerintah, disertasi) perlu dipertimbangkan. Tujuannya mengidentifikasi sebanyak mungkin literatur relevan.

Ekstraksi Data dan Sintesis Hasil

Setelah studi diidentifikasi, langkah selanjutnya dalam scoping review adalah ekstraksi data. Ini melibatkan formulir ekstraksi standar untuk mengumpulkan informasi kunci (karakteristik, temuan). Proses sering dilakukan dua peneliti independen.

Data diekstraksi diorganisir, dirangkum, dan disajikan dalam naratif atau tabel (“charting the data”). Scoping review tidak melakukan sintesis kuantitatif atau penilaian kualitas studi mendalam. Fokusnya pemetaan dan deskripsi temuan, mengidentifikasi pola dan kesenjangan.

Manfaat dan Tantangan Scoping Review

Manfaat utama scoping review adalah kemampuannya memberi gambaran luas tentang literatur, mengidentifikasi konsep kunci, dan memetakan jenis penelitian. Ini sangat membantu mengidentifikasi kesenjangan penelitian dan menginformasikan pertanyaan riset masa depan.

Namun, scoping review juga punya tantangan. Cakupan luas membuat pencarian dan seleksi studi memakan waktu. Fleksibilitasnya bisa kurang sistematis tanpa protokol jelas. Juga, tidak menilai kualitas studi secara mendalam.

Kesimpulan

Scoping review adalah metodologi penelitian powerful, menawarkan cara sistematis memetakan area riset luas. Ini berbeda dengan tinjauan sistematis yang menjawab pertanyaan lebih sempit.

Dengan kemampuannya mengidentifikasi konsep kunci, memetakan bukti, dan menyoroti kesenjangan penelitian, scoping review adalah alat berharga bagi peneliti. Memahami melakukannya memaksimalkan potensinya dalam memajukan pengetahuan.