Mengirimkan karya tulis ilmiah ke jurnal merupakan langkah penting bagi para peneliti dan akademisi. Proses ini menuntut ketelitian dan pemahaman yang baik terhadap persyaratan masing-masing jurnal. Salah satu aspek krusial yang seringkali luput dari perhatian adalah bukti pengiriman atau submission jurnal. Bukti ini sangat penting, tidak hanya sebagai arsip pribadi, tetapi juga sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendala atau pertanyaan seputar status publikasi karya tulis Anda.
Artikel ini akan membahas secara detail mengenai berbagai jenis bukti submission jurnal dan contoh-contohnya. Kami akan menjelaskan berbagai format bukti yang umum digunakan, baik berupa email confirmation, tracking number, maupun screenshot dari sistem online submission. Dengan memahami beragam bentuk bukti ini, Anda dapat memastikan proses pengiriman karya tulis Anda terdokumentasi dengan baik dan terhindar dari potensi masalah di kemudian hari.
1. Email Konfirmasi dari Sistem Jurnal
Bukti paling umum dan seringkali paling dipercaya adalah email konfirmasi dari sistem jurnal tempat Anda mengirimkan naskah. Email ini biasanya dikirim secara otomatis oleh sistem setelah Anda menyelesaikan proses submission dan menekan tombol “Submit”. Email ini biasanya berisi nomor ID submission, tanggal pengiriman, dan detail lainnya mengenai naskah yang Anda kirimkan.
Pastikan Anda menyimpan email konfirmasi ini dengan baik, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy. Simpan email ini dalam folder khusus agar mudah diakses jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Sertakan juga lampiran-lampiran yang dikirimkan bersamaan dengan naskah, seperti surat pengantar dan data pendukung lainnya.
2. Screenshot Sistem Online Submission
Selain email konfirmasi, Anda juga bisa menggunakan screenshot sebagai bukti submission. Ambil screenshot halaman konfirmasi setelah Anda berhasil mengirimkan naskah. Screenshot ini harus menampilkan dengan jelas nomor ID submission, judul artikel, nama penulis, dan tanggal pengiriman.
Pastikan screenshot yang Anda ambil memiliki kualitas yang baik dan mudah dibaca. Hindari screenshot yang buram atau terpotong. Anda bisa menambahkan keterangan pada screenshot untuk memperjelas informasi yang ingin disampaikan. Simpan screenshot ini dalam format gambar yang umum seperti JPEG atau PNG.
3. Tracking Number atau ID Submission
Banyak sistem jurnal online menyediakan tracking number atau ID submission yang unik untuk setiap naskah yang dikirimkan. Nomor ini berfungsi sebagai penanda dan dapat digunakan untuk melacak status naskah Anda. Simpan nomor ini dengan baik, karena akan sangat berguna jika Anda ingin mengecek status publikasi karya tulis Anda.
Anda dapat mencatat tracking number ini di buku catatan, spreadsheet, atau file dokumen terpisah. Sebaiknya Anda mencatat informasi lain yang relevan seperti nama jurnal, judul artikel, dan tanggal pengiriman agar lebih mudah diidentifikasi. Simpan informasi ini secara teratur dan terorganisir.
4. Bukti Pengiriman Melalui Pos (Jika Diperlukan)
Beberapa jurnal masih menerima pengiriman naskah melalui pos. Jika Anda mengirimkan naskah melalui pos, pastikan Anda menyimpan bukti pengiriman, seperti resi pengiriman atau bukti penerimaan dari kantor pos.
Bukti pengiriman ini akan sangat penting jika terjadi kendala dalam pengiriman naskah Anda. Pastikan bukti pengiriman tersebut tertera dengan jelas nomor resi, tanggal pengiriman, alamat tujuan, dan nama pengirim. Simpan bukti pengiriman ini dengan rapih dan aman.
5. Bukti Pembayaran Biaya Publikasi (Jika Ada)
Beberapa jurnal mengenakan biaya publikasi atau article processing charges (APC). Jika Anda telah membayar biaya publikasi, pastikan Anda menyimpan bukti pembayaran tersebut, misalnya berupa bukti transfer bank atau screenshot konfirmasi pembayaran online.
Bukti pembayaran ini diperlukan sebagai bukti bahwa Anda telah memenuhi kewajiban finansial Anda kepada jurnal. Simpan bukti pembayaran ini dengan baik dan pastikan informasi yang tertera jelas dan lengkap, termasuk tanggal, jumlah, dan metode pembayaran.
6. Surat Pengantar Resmi
Meskipun bukan bukti submission secara langsung, surat pengantar resmi yang Anda kirimkan ke jurnal dapat berfungsi sebagai bukti tambahan bahwa Anda telah mengirimkan naskah Anda. Surat ini harus berisi informasi penting seperti judul artikel, nama penulis, dan tanggal pengiriman.
Simpan salinan surat pengantar yang telah Anda kirimkan. Surat pengantar ini berfungsi sebagai dokumen pendukung yang memperkuat bukti submission lainnya. Pastikan surat pengantar tersebut telah ditandatangani dan berisi informasi yang lengkap dan akurat.
Contoh Bukti Submission: Email Konfirmasi
Contoh email konfirmasi biasanya berisi subjek seperti “Confirmation of Submission: [Judul Artikel]” dan di dalam isi email akan terdapat ID submission, tanggal submission, dan informasi lain yang relevan.
Simpan email ini dengan baik dan beri nama file yang mudah diingat, misalnya “Konfirmasi Submit [Nama Jurnal]_[Judul Artikel]_[Tanggal]”.
Contoh Bukti Submission: Screenshot
Screenshot harus menangkap seluruh informasi penting seperti ID submission, judul artikel, nama penulis, tanggal submission, dan status submission (jika ada).
Pastikan screenshot memiliki resolusi yang cukup baik sehingga semua informasi terbaca dengan jelas.
Contoh Bukti Submission: Bukti Pembayaran
Bukti pembayaran bisa berupa screenshot dari transfer bank yang mencantumkan nominal, tanggal transfer, dan nama penerima. Atau bisa juga berupa bukti pembayaran online melalui payment gateway yang digunakan.
Pastikan nomor referensi pembayaran jelas tertera dalam bukti tersebut.
Kesimpulan
Memiliki bukti submission jurnal yang lengkap dan terdokumentasi dengan baik sangat penting untuk melindungi kepentingan Anda sebagai penulis. Bukti ini tidak hanya berfungsi sebagai arsip pribadi, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat bantu jika terjadi kendala atau pertanyaan seputar status publikasi karya tulis Anda.
Dengan memahami berbagai jenis bukti submission dan menyimpannya dengan baik, Anda dapat memastikan proses pengiriman karya tulis Anda terlacak dan terhindar dari potensi masalah di kemudian hari. Selalu periksa kebijakan masing-masing jurnal terkait persyaratan submission dan bukti yang dibutuhkan.
Blog AKPER Sintang Menyiapkan Tenaga Keperawatan yang Kompeten dan Berkarakter